Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Bahasa Lampung Tentang Corona dan Artinya

KisahWeb - Cerita bahasa Lampung tentang corona beserta artinya adalah sebuah contoh karangan kisah atau cerpen dengan menggunakan bahasa Lampung dalam kepenulisan.

Corona atau COVID-19 yang terjadi mulai tahun 2019 dan awal 2020 sudah membuat dunia menjadi gempar. Di Lampung, ada ratusan kasus warga yang positif, dan ada pula yang meninggal.

Wabah itu memberikan pelajaran besar bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dan juga menerapkan gaya hidup yang sehat. Selain itu wabah juga memberikan gambaran bagaimana oknum di negeri ini menbarkan fintah berupa berita bohong soal corona.

Berikut ini adalah cerpen (fiksi) mengenai corona

CORONA 

Bekhita corona nyani heboh. Nyak khik keluakhga jadi khabai baccong. Apilagi lamon hulun perantau si mulang pekon, sikam khabai tiyan ngusung virus.

Berita soal corona membuat heboh. Saya dan keluarga menjadi sangat takut. Apalagi banyak orang perantau yang pulang kampung, kami takut mereka membawa virus.

"Liak, di Bandar Lampung  khadu lamon si kena corona" hani bak palas nunjukkon bekhita di TV.

"Lihat, di Bandar Lampung sudah banyak yang kena corona" kata bapak sambil menunjukan berita di TV.

"Waduh khapa ajo. Kham harus waspada. Lamon-lamon bedu'a khik ngejaga kesehatan" timbal emak.

"Waduh, gimana ini. Kita harus waspada. Banyak-banyak berdoa dan jaga kesehatan" sambut ibu.

Nyak lassung ngeliak pepikha media online lampung khik akun-akun facebook bekhita lampung. Nyak tekhok ngeliak keadaan sebenokhni.

Aku pun langsung melihat beberapa media online Lampung dan akun-akun facebook berita Lampung. Aku ingin melihat kondisi sebenarnya. Baca Juga: Manfaat dakwah di media sosial

Tekhnyata benokh, corona khadu sappai Lampung. Malahan di Pringsewu wat puluhan jamma si kena. Di Bandar Lampung wat khatusan, hani tiyan si ngeni kabakh hino jak salah sai pusat khang belanja.

Ternyata benar, corona sudah sampai Lampung. Bahkan di Pringsewu ada puluhan orang yang kena. Di Bandar Lampung ada ratusan, katanya penyebaran itu dari salah satu pusat perbelanjaan.

Nyak moneh lassung nyebarkon kabakh hijo di grup wa, facebook khik ku keni pandai ghik khedikku.

Aku pun langsung menyebarkan kabar ini di grup wa, facebook dan juga kuberi tahu pada teman dekat.

Bekhita nyebar luas. Kidang pikha jam sekhaduni nyak di telepon jama Hendri, tetanggaku si kekheja di Bandar Lampung. Ia ngeni pandai bahwa bekhita si ku sebarkon hino konten hoax.

Berita tersebar luas. Namun beberapa jam kemudian aku di telpon oleh Hendri, tetanggaku yang bekerja di Bandar Lampung. Ia memberitahu bahwa berita yang kusebarkan itu adalah konten hoax.

"Astaga, mati nyak" ngedadak nyak jadi kekhabaian. Lassung kuhapus khik nyak nyani klarifikasi.

"Astaga, mati aku" seketika aku jadi ketakutan. Segera kuhapus dan aku membuat klarifikasi.

Tekhyata lamon bekhita hoax tentang corona. Malahan bekhita hoax tentang corona bacak ngebahayakon jak ki corona ni tenggalan.

Ternyata banyak berita hoax tentang corona. Bahkan  berita hoax tentang corona lebih membahayakan daripada corona itu sendiri.

Cerita selesai

Sobat, itulah cerita yang memberikan makna jangan terlalu percaya dengan pemberitaan. Sebab kini banyak sekali konten hoax yang disebarkan. 

Periksa dulu sumber beritanya, jangan langsung menyebarkan berita hanya karena beritanya menarik. Kadang banyak sekali oknum penebar berita yang sengaja mebuat konten hoax. Tujuannya membuat gaduh dan juga mencari keuntungan.

Saat pandemi terjadi, banyak sekali berita palsu yang sengaja dibuat. Al hasil banyak masyarakat yang takut berlebihan. Berita hoax corona juga berdampak pada penanganan yang bias, pemerintah pun menjadi kesulitan karena banyak konten hoax adu domba. 

Semoga Cerita bahasa lampung tentang corona ini bisa menjadi pelajaran untuk kita bersama. Dan semoga cerita ini bisa menjadi referensi pembelajaran. 

Posting Komentar untuk "Cerita Bahasa Lampung Tentang Corona dan Artinya"