Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perpisahan Dalam Islam, Ini Artinya

KisahWeb - Bagaimana pandangan perpisahan dalam islam ? Perpisahan acapkali terjadi, membuat insan-insan di bumi merasa sedih dan kalut atas sepeningggal orang yang didekatnya. Kemudian, perpisahan menjadi identik dengan jatuhnya air mata,  kesedihan dan nestapa yang mengundang lara berkepanjangan. Seolah dunia ini menjadi gelap ketika ada perpisahan. 

Ada kalanya, hidup akan dijumpakan pada pertemuan dan perpisahan. Sebab keduanya adalah fitrah dan takdir dari Allah Swt. Perpisahan dan pertemuan ibaratkan puzzle kehidupan. Akan datang silih berganti untuk melengkapi perjalanan hidup yang singkat ini. Tugas kita adalah sabar dan tetap bertaqwa ketika cobaan itu datang. 

Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga? Padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesulitan dan kesempitan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” Surah Al-Baqarah ayat 214

Cobaan datang juga dalam bentuk pertemuan dan perpisahan, menguji insan sebagai hamba. Cobaan memang tidak selalu berbentuk menyenagkan, perpisahan adalah hal yang acapkali mengundang kesedihan mendalam. 

Seorang penyair pernah menuliskan "Bahwa perpisahan adalah fitrah, Orang-orang akan datang dan pergi, merajut pertemuan dan perpisahan, Ada yang melintas singkat, namun membekas di hati, Ada yang telah lama beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya, Ada yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati, Ada pula yang telah berpisah tapi tetap menetap dalam hati, Begitulah, Allah menciptakan ujian melalui sebuah pertemuan dan perpisahan"

Penggalan puisi diatas menegaskan tentang perpisahan sebagian dari fitrah kehidupan yang harus dijalani, kita harus sadar bahwa perpisahan juga sebagai ujian bagi diri. 

Galau Saat Berpisah 

Muda-mudi amat lekat dengan kata pepisahan, istilah modernnya adalah putus. Akibat perpisahan itu adalah rasa galau, sedih dan meratapi secara berlebihan. Padahal, jika diri ini yakin bahwa setiap peristiwa adalah ujian, dan pasti ada hikmahnya, maka diri ini akan tenang. Ketengan akan membawa pada ketentraman hati dan kejernihan dalam berfikir.

Galau adalah bentuk dari sebiah rasa kecewa terhadap obsesi (harapan). Bahwa sejatinya semua manusia mengalami galau, karena tidak ada satupun manusia yang tahu masa depannya. Sementara mereka semua berharap bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Atas kegalauan yang terjadi, hal terpenting adalah cara mengatasi kondisi galau, sehingga tidak sampai menyeret kita kepada jurang maksiat.

Sobat, sepatutnya kita mendewasakan diri tatkala menghadapi cobaan dalam bentuk perpisahan. Jangan biarkan momen-momen perpisahan hanya terisi dengan untaian air mata yang berlarut-larut. Akan tetapi, isilah momen perpisahan dengan hal-hal yang bermakna, seperti doa atau nasihat. 

Harapannya agar segala hajat diijabah dan diridhai oleh Allah. Jadikan juga perpisahan sebagai moment sempurna utuk bermuhasabah, mengireksi diri, mendekatkan diri pada Allah dan juga meningkatkan ibadah. 

Ingatlah bahwa setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, namun tidak semua orang dapa memetiknya. Maka, janga menjadi pribadi yang merugi lantaran tidak bisa memetik hikmah dalam setiap peristiwa.

Kesimpulan: Perpisahan dalam islam adalah sebuah fitrah, takdir dari Allah SWT. Tujuannya sebagai penguji bagi kita. Apakah kita tetap bertawa, makin bertaqwa atau malah sebaliknya atas tetimpanya sebuah musibah berupa perpisahan. 

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan jalan keluar baginya dan memeberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan segala hajatnya ( Surah at-Thalaq 2-3 )  

Posting Komentar untuk "Perpisahan Dalam Islam, Ini Artinya"